Amazing Holyland Trip

Mesir (Egypt)

Sharm El-Sheikh

Perjalanan ini sudah saya rencanakan beberapa tahun sebelumnya, kalau tidak salah sejak tahun 2012. Tidak terasa empat tahun berlalu dan perjalanan ini bisa terwujud di tahun 2016, praise the Lord! Persiapannya tidak banyak, hanya tekad menabung beberapa tahun dan berdoa  supaya rencana kami ini terlaksana sesuai kehendak Tuhan. Karena pendeta pembimbing rohani adalah adik ipar saya sendiri dan dia sudah bekerjasama dengan salah satu travel,  jadilah trip ini lebih memudahkan kami. Kami tidak perlu repot-repot lagi mencari tour and travel yang akan mengurus keperluan perjalanan kami ini.

Perjalanan 12 hari di mulai Maret 22 sampai 2 juni 2016 mengunjungi empat negara: Mesir, Israel, Palestina dan terakhir Yordania. Penerbangan dengan Emirates Airline transit di Dubai sebelum meneruskan penerbangan ke Kairo, Mesir. Dari Kairo rombongan kita dijemput bus yang akan kita pakai selama kurang lebih lima hari berada di Mesir. Mengunjungi beberapa tempat di Mesir seperti, Ben Ezra Sinagoge (tempat dimana Musa diambil putri Firaun dari sungai Nil, Gereja Abu Serga (tempat tinggal Yusuf dan Maria ketika mengungsi di Mesir), Hanging Church atau Gereja Gantung, Gereja Sampah (St. Simon The Tanner) di gunung Mokhatam atau gunung yang berpindah.

Kami menginap di Hotel Le Meridien Kairo semalam, dua malam di Hilton Sharm El-Sheikh dan semalam di Hilton Taba kota perbatasan Mesir dan Israel. Jadi total 5 hari 4 malam kami berada di Mesir.

Hari kedua di Mesir kami mengunjungi piramida di Giza, yang masuk dalam tujuh keajaiban dunia. Makam raja-raja Firaun ini terletak tepi  barat sungai Nil di pinggiran kota Kairo di tengah gurun pasir. Sewaktu kami disana angin bercampur pasir bertiup sangat kencang hingga kita seakan hampir terbang bersama angin. Kami hanya berfoto-foto sebentar disini di piramida yang paling besar kalau tidak salah namanya Piramida Agung terus kita pindah ke bagian lain di tengah-tengah beberapa piramida yang lebih kecil. Disini kita sempat naik onta hanya untuk foto-foto saja karena tidak kuat menahan angin bercampur pasir yang begitu kencang. Dari sini kita meneruskan perjalanan keluar dari kompleks piramida sambil melewati Sphynx, patung singa berkepala manusia. Salah satu patung batu utuh terbesar di dunia. Disini kami tidak turun dari bus karena perjalanan kami hari ini sangat panjang, kami akan meneruskan perjalanan ke Sharm El-Sheikh! Kota wisatanya Timur Tengah yang terletak di ujung Semenanjung Sinai, di pesisir Laut Mediterania .

Perjalanan dari Kairo ke kota Sharm El-Sheikh melewati Terusan Suez memakan waktu kira-kira 6 jam dengan bus. O ya saya mau cerita dulu tentang supir bus kami, namanya Pak Hosni. Umurnya sudah sekitar 65 tahun, sudah cukup tua untuk mengemudi bus dengan jarak jauh seperti ini. Tapi dia pengemudi yang sangat aman dan handal. Pak Hosni selalu tersenyum, senyum kebapakan yang bikin aku ingat bapakku sendiri 😦 Ok lanjut ke perjalalan kami… Kira-kira jam 2 siang kami mampir untuk makan siang di restoran sebelum terusan Suez, lupa nama tempatnya (Suez- Al Ganayen ?) Yang saya ingat banget sewaktu masuk ke restoran itu kami di sambut dengan lagu Rano Karno yang sangat terkenal tahun 90 an: Bukalah Kacamatamu, wahhhh serasa berada di Indonesia deh…heheheh. Di resto ini kami disajikan menu ikan bakar yang super gede sampai kami tidak mampu menghabiskan, di temani nasi dan roti khas Timur Tengah.

Kami istirahat sebentar dan meneruskan perjalanan melewati terowongan Terusan Suez . Mampir sebentar di mata air Mara dimana Musa mengubah air yang pahit menjadi manis, sumur yang tidak jauh dari jalan raya di tengah gurun pasir tidak jauh dari Laut Merah.

IMG_4921
dengan Pak Djoni Ng, guide kami yang super duper kocak 🙂
IMG_4937
berpose sewaktu istirahat ke toilet di Terusan Suez 🙂

Kami tiba di hotel Hilton Sharm El-Sheikh sudah malam kira-kira jam 8.00 malam. Sesudah proses check-in selesai kami langsung makan malam dan menuju kamar masing-masing. Yang pasti semua kecapean, terlalu banyak yang kamu kunjungi hari ini…what a day! Thank God hari kedua sudah kami lalui dengan penyertaanNya yang luar biasa!!

Keesokan harinya Sharm El-Sheikh , Hilton Shark Bay Resort. Pagi ini setelah sarapan kami berenang di private beachnya resort dengan ikan ikan warna-warni di laut Mediterania. Lokasi tempat berenang di pantai ini sudah dibatasi pihak hotel dengan tali sebagai tanda tempat yang aman untuk berenang. Hotel yang terletak di tepi Laut Merah atau laut Mediterania di Semenanjung Sinai ini sangat indah dan cantik pemandangannya. Apalagi kolam renangnya, kolam renang terindah yang yang pernah saya lihat. Sayang tidak bisa berenang karena saya sedang kedatangan tamu bulanan…sayang sekali 😦

IMG_4951 IMG_4982

IMG_4979 IMG_4983IMG_4993

Pantai serta kolam renangnya amazing…!! Indah pake banget!! 🙂

Setelah puas berenang menikmati pantai laut Mediterania, kami kembali ke hotel untuk mandi dan bersiap-siap untuk kebaktian Jumat Agung. Jadi kami mengadakan kebaktian memperingati Jumat Agung di sebuah ruangan di lantai atas yang menghadap ke laut. Benar-benar kebaktian yang special, mengagumi ciptaan Tuhan yang super indah! Kebaktian di pimpin abuna Novel sekalian perjamuan kudus.

IMG_4985
Kebaktian Jumat Agung

IMG_4986IMG_4990

Selesai kebaktian dilanjutkan dengan makan siang buffet di restoran hotel jadwal kami hari ini adalah keliling kota Sharm El-Sheikh serta mengunjungi gereja tercantik di dunia, Gereja Coptic Orthodox.

Keesokan harinya pagi pagi sesudah sarapan kami check out dari hotel dan menuju ke  Saint Catherine, Sinai bagian Selatan  untuk naik gunung Sinai bagi yang sanggup. Gunung Sinai dimana Tuhan menampakkan diri kepada Musa dan memberikan 10 hukum Allah. Kami tiba disini siang sekitar jam 11.30 dan langsung makan siang buru2 karena sebagian dari kami akan mendaki gunung Sinai. Kami diangkut dengan mobil kecil menuju ke kaki gunung dekat dengan biara St Catherine sebelum kami naik onta ke atas gunung sampai titik tertentu dimana kami turun dari onta dan berjalan kaki naik.

Kami tidak sampai di puncak gunung Sinai mengingat waktunya yang terlalu mepet, karena kami harus meneruskan perjalanan ke kota perbatasan Mesir-Israeal yaitu Taba. Dan kita tidak diperbolehkan meninggalkan St Catherine kalau hari sudah gelap, mengingat daerah ini masih rawan. Perjalanan kami tadi dari kota Sharm El-Sheikh kami dikawal seorang tentara bersenjata laras panjang, jadi dia berada di bus bersama-sama dengan kami. Menurut yang saya dengar, kira-kira seminggu sebelumnya ada rombongan turis yang diserang oleh gerombolan teroris di wilayah Sinai ini. Wilayah Semenanjung Sinai ini sebenarnya adalah daerah yang masih sangat rawan dengan serangan teroris, makanya sepanjang jalan tadi kami melewati pos-pos tentara yang sedang berjaga-jaga dan kami dilarang untuk mengambil foto. Kami peserta tour selalu berdoa memohon perlindungan Tuhan atas perjalanan kami, agar jauh dari hal-hal yang tidak kami inginkan.

Lanjut cerita, setelah kami mengadakan ibadah singkat dan berdoa, kami langsung turun dari gunung Sinai berjalan kaki tidak lagi dengan onta. Kira-kira 1.5 sampai 2 jam berjalan, kami sampai di bawah St Catherine Monastery, kami sudah dijemput oleh mobil kecil yang tadi membawa kami kesini. Berfoto-foto sebentar disini kami langsung join teman2 kami yang tidak naik ke Sinai, belanja2 sebentar di toko-toko kecil yang berjejer disini. Berkenalan dengan Imanuel, pemilik toko Imanuel dimana saya beli kalung seharga $ 50. Imanuel titip oleh2 buat Pdt Reo, kenalannya yang sering membawa peserta tour kesini juga.

Kami meninggalkan daerah St Catherine sekitar jam 17.00 sore waktu setempat dan menuju ke Taba. Melewati gurun pasir tandus di kelilingi pegunungan batu  tidak ditumbuhi pohon.

Kira-kira pukul 19.00 kami berhenti di restoran Korea di kota Nuweibaa untuk makan malam. Menurut hasil googling jarak antara St Catherine ke kota Nuweibaa adalah 110 km ditempuh dengan bus/mobil selama 1.5 jam. Dari Nuweibaa ke Taba jaraknya 70 km kira-kira 1 jam dengan bus. Kami tiba di hotel Hilton Taba sekitar jam 20.30 atau jam 21.00. Langsung menuju ke kamar masing-masing setelah proses chek-in dan pembagian kamar. Malam ini malam terakhir kami berada di Mesir.

Minggu, 27 Maret 2016, hari terakhir kami berada di Mesir time to say goodbye to Pak Hosni, Alfred and Ashraf. Pagi-pagi setelah sarapan, kita mengadakan kebaktian paskah di salah satu ruangan terbuka.. Seperti kebaktian Jumat Agung 2 hari yang lalu di Sharm El-Sheikh menghadap Laut Merah kebaktian paskah kali ini kami disediakan ruangan di pinggir pantai menghadap ke Teluk Aqaba, sama indahnya. Selesai kebaktian kami makan siang di hotel ini sebelum kami melintasi perbatasan. Ternyata Hotel Hilton Taba ini terletak persis di sebelah perbatasan Mesir  dan Israel, jadi kami hanya naik bus sebentar diantar pak Hosni ke kantor imigrasi untuk pemeriksaan pasport turun dari bus sekalian dengan koper-koper karena kami akan berjalan kaki melintasi perbatasan ke Israel. Disinilah saya sempat nangis, ngga tau kenapa sedih banget berpisah dengan pak Hosni. He made me think about my father, dan mungkin karena saya berpikir kita sudah tidak akan ketemu lagi. Sambil menangis sesunggukan saya mengikuti yang lain berjalan menuju tempat pemeriksaan paspor, koper dll sambil melambaikan tangan. Good bye Pak Hosni, Ashraf, Alfred dan good bye Mesir. Hope to see you again!! The three of them going back to Cairo using shortcut via North Sinai.

To be continued…Holyland part 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s