Semalam di Curug Nangka

1 January 2016, the camp site.

Outing ke Curug Nangka kali ini sebenarnya tanpa rencana, atau bisa dibilang rencana dadakan. Kembali dari Singapura sesudah Natal, kita masih punya beberapa hari libur sebelum masuk kerja lagi di bulan Januari. Terbersitlah keinginan untuk keluar dari Jakarta walaupun hanya semalam untuk menikmati hijaunya hutan dan gemericik air, yang tidak kita temukan di Singapura. Ya iyalahhhh heheeh..

Kebetulan ada teman suami yang sudah jadi teman keluarga juga sejak beberapa tahun yang lalu  baru membuka camping site di daerah Bogor. Nama camping sitenya dinamakan sesuai dengan nama yang punya “Herman Lantang Camping Ground”. Letaknya persis di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor. 25 Km dari Bogor dengan waktu tempuh kurang lebih 45-60 menit, tergantung keadaan jalan saat itu. Kebetulan nama Herman Lantang sudah dikenal oleh para pencinta alam khususnya para pendaki gunung di Indonesia. Pak Herman Lantang dulu sewaktu masih mahasiswa adalah ketua mapala UI yang hobbynya naik gunung, ya iyalah…. Yang uniknya, dia sering mengajak istri dan dua anak laki-lakinya yang kala itu masih bayi untuk naik gunung ckckckck hebat ya?

Anyway, kembali ke Curug Nangka perjalanan kesana dari Jakarta via toll Jagorawi sekitar 2-3 jam tergantung macet tidaknya jalanan.  Sampai di Bogor, keluar toll ke arah kota Bogor belok kanan lewatin Kebun Raya terus aja sampai ketemu terminal Ramayana. Dari sini tinggal mengikuti jalan raya Ciapus yang termasuk padat kendaraan  baik motor maupun mobil pribadi dan angkot. Kalau kita waktu itu mengikuti plangnya Highland Resort karena resort ini kayaknya udah terkenal. Nah camping site tujuan kita ini tetanggaan sama Highland Resort  jadi gampang nyarinya.

IMG_4366
dari parkiran ke camp site lewatin jembatan ini

Singkat cerita, sampai di lokasi taman nasional Halimun Curug Nangka kita kesulitan mencari tempat parkir. Bahkan beberapa ratus meter dari lokasi sudah banyak mobil2 yang parkir di pinggiran sepanjang jalan sampai di gerbang masuk taman nasional ini. Terang saja hari itu pas Tahun Baru 1 Januari, orang2 masih pada menikmati hari libur. Sampai di pintu gerbangnya, sesuai dengan instruksi Pak Herman kita kasi tau ke petugasnya bahwa kita tamu camping site jadi selain kita ngga perlu bayar retribusi masuk kita juga di ijinin parkir di dalam. Kita hanya bayar biaya parkir untuk semalam Rp.20.000.

IMG_4227.JPG
di depan tenda kami bersama Om Herman dan Tante Joyce

Karena waktu kita nyampe masih agak siang, parkiran di dalam masih banyak yang kosong. Jadi kita masih leluasa mau parkir mobilnya sebelah mana yang lebih aman dan dekat2 pos keamanan secara kita bakal parkir sampe besok siang. Dari tempat parkir ada kali di sampingnyanya nah sebelah kali inilah letaknya lokasi camping sitenya. Kelihatan di kejauhan kemah-kemah yang sudah berdiri kokoh, setiap tenda didirikan di dalam sebuah pondok untuk melindungi kemah dari angin kencang/hujan. Toilet yang cukup bersih juga disediakan di setiap tenda di lengkapi dengan shower. Kapasitas tenda bisa muat 4 orang dewasa, cukup lapang memang di dalamnya. Karena tempat ini baru saja di buka beberapa minggu jadi lanscape di depan tenda2 masih belum terlalu tertata. Ada kolam yang cukup besar yang didalamnya terdapat batu2 besar yang dibiarkan tetap berada di dalam kolam. Jadi tentu saja kolam ini tidak bisa di bilang kolam renang, bisa benjol-benjol kepala kita kalau berenang disini heheheh:) Mungkin maksud dibangunnya kolam ini ya untuk main-main air aja, daripada main air di kali yang walaupun musim hujan ngga ada airnya. Menurut om Herman waktu aku tanya kok kali di kaki gunung ngga ada airnya? Karena orang-orang kampung sebelah maupun pengusaha2 vila di sekitar tempat ini pada pasang pipa dari atas bahkan dari lokasi air terjun untuk di alirkan ke rumah2/ vila2 mereka. Oh..pantass sambil manggut-manggut ngga ngerti :p

Hari ini karena masih hari libur semua tenda yang berjumlah 10 terisi semua. Rata-rata tamu-tamunya ya teman2/ kenalan sesama pendaki gunungnya om Herman. Keluarga2 muda yang pada membawa anak-anak kecil mereka menikmati liburan tahun baru disini. Kebetulan dari rumah kami membawa makanan untuk di makan bareng om Herman dan tante Joyce, aku tahu mereka suka sekali ikan. Jadi kami sekalian bawa ikan pepes dan ikan bakar biar kita bisa makan sama-sama hitung-hitung tahun baruan bareng.

IMG_4233.JPG
Ikan pepes dan ikan bakar yang kami bawa dari Jakarta lagi di panaskan..

Makan siang kita yang udah kesorean karena ikannya kita panasin dulu di api kita nikmati tanpa pake piring alias makan di daun pisang. Asyikknyaaaa….nasi setermos hampir habis dilahap sama kita berlima termasuk Cernan, anaknya om Herman pengelola tempat ini. Tapi bener deh makan di tempat seperti ini kayaknya ngga kenyang-kenyang hheheh:) Alasan aja padahal emang makannya buanyakkkk…dua ekor ikan besar ludess dessdess!!!

IMG_4250

Menjelang malam beberapa tamu pria menyalakan api unggun menambah semarak tahun baru di kaki gunung Salak ini. Mereka bahkan bakar2 jagung  bercengkarama di sekeliling api sambi menghangatkan badan yang mulai menggigil kedinginan. Malam ini kami tutup dengan nyanyi2 dan doa di tenda kami bersama om Herman, tante Joyce, Cernan dan satu tamu laki2 yang beragama Katholik. Hari pertama di tahun yang baru hampir berakhir. Kiranya di hari-hari selanjutnya kami tetap dijaga oleh Tuhan diberi kesehatan, selalu bersyukur atas berkat apapun yang Tuhan sudah berikan. Amin!

Hari kedua, January 2, 2016

Pagi ini kami bangun diiringi suara gemericik air di belakang tenda kami diselingi suara burung-burung bernyanyi dan jangkrik bersahut-sahutan. Hmmmm indahnya terbangun di tengah alam jauh dari kebisingan kendaraan bermotor. Pagi ini aku jalan sendirian ke atas ke lokasi Curug Nangka. Kira-kira 25-30 menit perjalanan santai kesana, lumayan untuk melatih tulang2 kakiku yang sudah cukup lama tidak hiking. Melewati warung-warung makan yang sebagian masih tutup karena masih pagi. Beberapa tenda warna-warni yang di didirikan di bawah pohon pinus, ternyata ada juga yang sengaja mau nenda untuk bermalam disini. Jadi mereka tidak harus mengeluarkan uang banyak untuk bayar camping ground, cukup Rp. 5000 permalam . Dibandingkan dengan camping ground yang berfasilitas lengkap . Makin keatas masih aja ada penjual yang menjajakan dagangannya, ada rokok, indomie, roti, ada juga yang jualan jagung bakar, segala macam cemilan bahkan sandal pun tersedia.. Sambil sesekali menyeberang kali  yang ngga terlalu deres airnya dan  sangat jernih. Di kiri kanan banyak pipa-pipa yang terpasang untuk mengalirkan air ke rumah2 penduduk dan vila2 sekitar.

IMG_4298

IMG_4318

Sampai di air terjun ada beberapa anak muda yang sedang mandi sambil bermain-main air di dalam kolam. Ada juga seorang fotografer yang sedang memasang tripod diarahkan ke air terjun. Tidak lama saya berada disini setelah foto-foto sebentar sekalian minta tolong salah satu anak muda disitu untuk fotoin saya hehheeh ngga mau ketinggalan selfie juga dong 🙂 Saya mulai turun melewati MCK salah satu fasilitas yang tersedia di curug ini, kayaknya lumayan bersih. Jalan santai sambil menikmati alam sekitar curug yang cukup rindang dengan hijaunya pohon2 besar di atas bukit, kontras dengan langit biru bersih diatasnya.

IMG_4311

Turun dari air terjun ke arah camping ground hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit, tentu saja lebih cepat dari waktu naiknya.  Peminat air terjun ini ternyata lumayan banyak dari banyaknya pengunjung yang datang hari ini.

IMG_4351
Nenek penjual gorengan, maaf banget ya nek aku kebetulan ngga bawa dompet jadi ngga bisa beli dagangannya.
IMG_4360.JPG
Lokasi camping yang di kelola wisata curug nangka.

Sampai di tenda, saya langsung mandi di kamar mandi samping tenda dengan fasilitas shower. Hmmmm suejuk banget airnya, air yang berasal dari air terjun yang di alirkan dari pipa2. Sarapan pisang goreng yang di sediakan pemilik campsite. Jalan-jalan di sekitar campsite sampai ke atas bukit yang masih merupakan tanah milik om Herman di tanami banyak pohon pisang. Siangnya kami balik ke Jakarta melewati Jl. Raya Ciapus yang sudah cukup macet.

Tertarik dengan Herman Lantang camping ground, hubungi Cernan Lantang no telpon 0811349315.

I’ll be back!!!

truth-quotes-photos-5-b395108b

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s